Nakatani fokus strategi untuk gulingkan juara dunia
Jakarta (ANTARA) – Mantan juara dunia tiga divisi Junto Nakatani memusatkan perhatian pada rencananya untuk mengalahkan juara dunia tak terbantahkan kelas bantam super (55,3 kg) Naoya Inoue saat keduanya bertanding di Tokyo Dome, Jepang, 2 Mei 2026.
“Saya masuk ke ring dengan memikirkan rencana saya, menjaga jarak, dan bahwa ini adalah saat yang telah saya siapkan sepanjang hidup saya,” kata Junto Nakatani seperti yang dikutip dari situs World Boxing Council (WBC), Sabtu.
Nakatani telah melakukan sesi latihan terbuka dan menunjukan bahwa persiapannya untuk pertarungan bersejarah melawan sesama petinju Jepang sudah sampai pada tingkat kesiapan teknis dan fisik yang baik.
Dalam sesi latihan tersebut, mantan juara dunia kelas terbang (50,8 kg) dan super terbang (52,2 kg) versi World Boxing Organization (WBO) serta juara dunia kelas bantam (53,5 kg) WBC ini memperlihatkan jangkauan tangan yang sangat baik dan posisi kidal yang semakin solid dan berbahaya.
Saat berlatih dengan sarung tinju, Nakatani menunjukkan kombinasi uppercut dan hook ke tubuh dengan kekuatan yang tepat untuk kelas super bantam, sekaligus mengirim pesan tentang ketepatan dan daya hancur pukulannya.
Petinju tak terkalahkan dengan rekor 32 kemenangan (24 KO) ini akan naik ring dengan tujuan untuk menumbangkan Inoue, yang juga memiliki reputasi yang luar biasa.
Inoue yang dijuluki “The Monster”, memasuki pertandingan dengan rekaman profesional 30 kemenangan (27 KO) dan status juara dunia tak terbantahkan kelas super bantam pemegang sabuk WBA, WBC, IBF, dan WBO. Inoue juga merupakan mantan juara tak terbantahkan kelas bantam dan dikenal sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik di dunia.
Walau menyadari bahwa lawannya memiliki catatan yang mengesankan, Nakatani menegaskan catatan tersebut tidak mempengaruhi pendekatannya di atas ring.
“Saya tahu banyak orang berpikir Naoya tidak terkalahkan, tetapi saya tidak masuk ke ring dengan memikirkan hal itu,” ujarnya.
Tim Nakatani menekankan bahwa petinju berusia 27 tahun ini menjalani pemusatan latihan yang intensif yang berfokus pada gerakan lateral, pengaturan jarak, dan penyesuaian ritme untuk menyesuaikan diri dengan tenaga dan tekanan yang terus menerus dari Inoue.
Dengan keunggulan tinggi badan dan jangkauan, Nakatani diyakini sedang berupaya menemukan keseimbangan antara gaya bertarung teknisnya dan agresivitas yang diperlukan dalam pertarungan besar di Tokyo Dome.
Pertandingan utama antara Nakatani dan Inoue juga akan menjadi puncak dari rangkaian pertarungan besar yang menyuguhkan beberapa duel berprestasi lainnya, termasuk pertahanan gelar kelas bantam WBC oleh Takuma Inoue melawan legenda Kazuto Ioka.