FIFA Kembali Jual Tiket di Tengah Sepinya Pembelian Piala Dunia 2026
FIFA kembali membuka gelombang baru penjualan tiket Piala Dunia 2026 setelah muncul laporan bahwa sejumlah pertandingan masih menunjukkan minat pembelian yang belum stabil di fase akhir penjualan.
Langkah ini dilakukan hanya beberapa minggu sebelum turnamen dimulai, dengan semua 104 pertandingan kembali tersedia melalui sistem “last-minute sales” berbasis antrean digital.
Tiket masih tersedia, tapi tidak merata
Meski FIFA sebelumnya mengklaim permintaan tiket sangat tinggi secara global, laporan terbaru menunjukkan bahwa beberapa laga—terutama pertandingan non-unggulan—masih memiliki sisa kursi yang cukup banyak.
Sebaliknya, laga besar seperti pertandingan tim favorit dan babak akhir tetap menunjukkan permintaan tinggi dan bahkan mendekati sold out.
Menurut laporan, FIFA sudah menjual jutaan tiket secara global, namun distribusinya tidak merata di semua pertandingan.
Harga tinggi jadi sorotan utama
Salah satu faktor yang paling banyak disorot adalah harga tiket yang dianggap terlalu mahal oleh sebagian penggemar.
Bahkan, sejumlah laporan menyebut harga tiket final dan kategori premium bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu dolar, membuat sebagian fans merasa sulit menjangkau pertandingan langsung di stadion.
Kritik ini semakin kuat karena beberapa kelompok suporter menilai kebijakan harga FIFA terlalu “komersial” dan berpotensi mengurangi atmosfer suporter di stadion.
Isu “sepi pembelian” masih diperdebatkan
Di sisi lain, FIFA tetap menegaskan bahwa secara keseluruhan permintaan tiket tetap sangat tinggi, dengan ratusan juta permintaan tercatat selama fase awal penjualan.
Namun, adanya pembukaan kembali penjualan di tahap akhir dianggap sebagai strategi untuk menghabiskan sisa kuota tiket sekaligus mengoptimalkan distribusi kursi yang belum terisi.