Iran Menanggapi Keras Proposal Utusan Trump agar Italia Menggantikan Mereka
Ketegangan politik kembali mengaitkan sepak bola dengan isu yang kontroversial. Kedutaan Besar Iran di Italia memberikan tanggapan tegas setelah adanya usulan untuk menggantikan posisi mereka dengan Italia di Piala Dunia 2026.
Usulan ini datang dari Paolo Zampolli, utusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Zampolli menghubungi FIFA dan menyarankan Italia diundang untuk menggantikan Iran di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Iran sudah berhasil lolos dan dijadwalkan untuk berkompetisi di fase grup. Tim mereka dijadwalkan untuk menjalani semua pertandingan Grup G di Amerika Serikat, melawan Selandia Baru, Belgia, serta Mesir.
Namun, Trump mengungkapkan bahwa ia tidak dapat menjamin keamanan bagi pemain dan penggemar Iran yang berada di negara tuan rumah.
Usulan yang Kontroversial
Ketegangan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran membuat keikutsertaan Tim Melli dipenuhi dengan berbagai ketidakpastian.
Meskipun ada gencatan senjata sementara yang disepakati untuk menurunkan eskalasi militer, ketegangan di wilayah Selat Hormuz masih jauh dari tenang.
Diharapkan situasi ini tidak akan terselesaikan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni.
Zampolli secara terbuka mendukung ide penggantian ini. Ia menyatakan telah memberikan usulan tersebut kepada Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa saya merekomendasikan kepada Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Sebagai orang Italia, saya sangat berharap melihat Azzurri berlaga di turnamen yang diadakan di Amerika Serikat. Dengan four titles, mereka memiliki sejarah dan reputasi yang layak untuk diikutsertakan,” ujarnya.
Tanggapan Balasan
Pernyataan itu langsung disanggah secara tegas oleh Kedutaan Besar Iran di Italia. Melalui akun resmi mereka di platform X, pihak Iran menegaskan bahwa sepak bola tidak seharusnya dijadikan alat politik.
“Sepak bola adalah milik masyarakat, bukan milik para politisi. Italia mencapai prestasinya di lapangan, bukan lewat keuntungan politik,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Mereka juga menyebut upaya untuk menyingkirkan Iran sebagai tanda “kebangkrutan moral” Amerika Serikat.
“Usaha untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya mencerminkan ‘kebangkrutan moral’ Amerika Serikat, yang bahkan takut dengan kehadiran sebelas pemain muda Iran di lapangan. “
Di tengah segala perdebatan ini, sinyal dari FIFA justru meredakan spekulasi. FIFA dilaporkan tidak memiliki rencana untuk menggantikan peserta dengan Italia.
Meskipun belum ada pernyataan resmi terbaru, pejabat FIFA merujuk pada komentar Presiden Gianni Infantino sebelumnya.
“Tim Iran pasti akan hadir,” kata Infantino.