Hadapi Persija di BRI Super League, Pelatih Persis Siapkan Duet Striker Asing Andalan
Milomir Seslija, pelatih Persis Solo, mempunyai rencana untuk kembali menurunkan dua penyerang asing utamanya saat bermain di markas Persija Jakarta dalam pertandingan pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026.
Pada beberapa pertandingan terakhir, kedua striker asing, Bruno Gomes dan Roman Paparyga, tidak bisa diturunkan bersamaan. Duet ini terpaksa diistirahatkan oleh Milomir Seslija karena mengalami cedera.
Contohnya, ketika kalah dari Arema FC (0-2) di pekan ke-28, Persis hanya menurunkan Roman tanpa Bruno. Sedangkan saat mengalahkan Bhayangkara FC (2-1), Laskar Sambernyawa hanya menurunkan Bruno.
Duet kedua striker ini sebenarnya cukup diandalkan pada babak kedua. Roman telah mencetak empat gol, sementara Bruno mencatatkan dua gol ditambah satu assist sejak bergabung dari Semen Padang.
Milomir Seslija mengungkapkan bahwa pemulihan cedera Roman menunjukkan hasil yang baik. Dia berencana untuk menurunkan pemain asal Ukraina ini dalam pertandingan melawan Persija.
“Saya rasa Roman Paparyga sudah menunjukkan perkembangan positif. Dia sudah bisa bermain, setidaknya selama 45 menit melawan Persija. Dia akan baik-baik saja,” ungkap Milo.
“Roman akan memiliki peran krusial bagi kami saat bertanding melawan Persija. Kami mungkin akan menempatkan dua penyerang di depan,” tambah pelatih berumur 61 tahun itu.
Persis jelas perlu menemukan strategi terbaik di lini serang agar bisa menembus pertahanan Persija. Pasalnya, Macan Kemayoran termasuk salah satu tim dengan jumlah kebobolan terendah di BRI Super League.
Duet bek Macan Kemayoran, Rizky Ridho dan Paulo Ricardo, hanya kebobolan satu gol dalam tiga laga terakhir. Mereka berhasil menjaga dua laga tanpa kebobolan, termasuk saat menghancurkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-0.
Milo juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim medis Persis yang dipimpin oleh Iwan Wahyu Utomo dan kawan-kawan. Mereka telah berupaya dengan baik sehingga Bruno bisa bermain dengan nyaman meski dalam situasi tidak ideal.
“Saya juga ingin menghargai Dr. Iwan dan semua staf medis. Mereka berhasil memulihkan kondisi Bruno dengan cepat. Tim dokter memberikan injeksi agar Bruno dapat bermain,” kata Milo.
Milo menekankan, menurunkan Bruno dalam waktu lama memiliki risiko tersendiri. Namun, Laskar Sambernyawa sangat membutuhkan striker asal Brasil tersebut di lini depan.
“Sebetulnya kami harus mengambil risiko karena Bruno hanya bisa bermain sekitar 60 menit saat melawan Bhayangkara FC. Namun, kami memaksanya bermain hampir 90 menit,” jelas Milo.
“Karena dia punya peran penting dalam memegang bola di depan. Dia pemain yang hebat. Kehadirannya memberikan kepercayaan diri lebih bagi pemain lainnya,” tambah Milo.