Lima pemain kunci grup D, persaingan para pengatur permainan
Persaingan di Grup D Piala Dunia 2026, yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Paraguay, Australia, dan Turki, dipenuhi oleh lima pemain kunci yang menjadi pengatur strategi utama di lapangan untuk masing-masing tim nasional.
Menurut laman FIFA, pada hari Kamis, AS berperan sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, sedangkan Australia, Turki, dan Paraguay datang dengan komposisi pemain yang sedang berada dalam kondisi terbaik.
Dari para pemain di grup ini, ada lima nama yang diperkirakan akan menjadi faktor penentu selama fase grup.
Mereka dianggap sebagai pemain vital bagi tim nasional masing-masing berkat pengalaman, kemampuan mencetak gol, serta kontribusi signifikan di level internasional.
Pemain pertama adalah Christian Pulisic yang mewakili tuan rumah.
Kapten tim sepak bola AS ini tetap menjadi pilar utama dalam permainan timnya.
Pemain yang dapat berposisi sebagai gelandang serang atau penyerang sayap ini, telah beraksi di Piala Dunia 2022 di Qatar dan menjadi motor serangan bagi The Yanks hingga mencapai 16 besar.
Pulisic berhasil mencetak satu gol dan memberikan dua assist dalam Piala Dunia 2022. Selain produktif, dia juga menjadi pemain yang paling sering menciptakan peluang bagi timnya selama turnamen.
Menjelang edisi 2026, pemain yang kini bermain untuk AC Milan ini dipercaya untuk memimpin generasi unggul timnas AS melangkah lebih jauh, di bawah arahan Mauricio Pochettino.
Pemain kedua juga berasal dari tim nasional AS, yaitu Weston McKennie.
Dia adalah gelandang yang mampu beroperasi di berbagai posisi dan telah menjadi pemain yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan permainan timnas.
Pada edisi 2022, McKennie selalu menjadi starter di setiap pertandingan fase grup dan berperan besar dalam transisi permainan baik menyerang maupun bertahan.
Pengalamannya bersama Juventus di Serie A menjadikannya sosok yang diandalkan untuk mengontrol ritme permainan dan mempertahankan intensitas lini tengah.
Di klub, dia juga menjadi pemain kunci bagi Bianconerri dan bahkan pernah ditunjuk sebagai kapten saat bertanding di Liga Champions melawan Benfica pada 29 Januari 2025.
Melihat kontribusinya di klub besar menegaskan kualitas permainannya di lapangan.
Selanjutnya, pemain ketiga adalah Miguel Almiron yang membela Paraguay.
Setelah absen dari Piala Dunia sejak 2010, timnas itu kembali berpartisipasi dan Almiron menjadi simbol kebangkitan tim asal Amerika Selatan ini.
Pemain yang dikenal dengan kecepatannya ini memiliki peran penting dalam keberhasilan Paraguay lolos dari kualifikasi CONMEBOL.
Meski belum pernah berlaga di putaran final Piala Dunia karena Paraguay tidak lolos pada tahun 2014, 2018, dan 2022, Almiron yang kini berumur 32 tahun menjadi salah satu pilar utama dalam hal kreativitas dan produktivitas serangan tim.
Kemudian, dari Australia, sosok paling menonjol adalah Jackson Irvine.
Pemain yang kerap memimpin tim atau bergantian dengan Matthew Ryan ini telah menjadi simbol konsistensi bagi Socceroos dalam beberapa tahun terakhir.
Irvine turut berkontribusi di Piala Dunia 2022 saat Australia menciptakan sejarah dengan menjangkau fase 16 besar untuk kedua kalinya.
Bermain sebagai gelandang tengah, Irvine dikenal memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang seimbang.
Kemimpinan yang dia tunjukkan menjadi elemen penting bagi Australia yang berusaha mengulang kesuksesan di Qatar empat tahun lalu.
Nama terakhir dalam daftar ini adalah Hakan Calhanoglu dari Turki.
Negara itu kembali berpartisipasi di Piala Dunia setelah tidak terlibat sejak tahun 2002, yang berarti sudah 24 tahun mereka absen.
Di bawah arahan pelatih Vincenzo Montella, Calhanoglu berfungsi sebagai pengatur permainan sekaligus sebagai kapten tim.
Menurut data dari FIFA, pemain Inter Milan ini dikenal sebagai salah satu pengumpan terkemuka di Eropa dan ahli dalam sepakan bola mati. Dia sering memukau penonton dengan tendangan bebas yang berujung gol.
Walaupun belum pernah tampil di babak final Piala Dunia, pengalaman luasnya di level klub serta tim nasional menjadikannya sosok yang sangat penting. Terlebih lagi, keinginan Turki untuk mengulangi pencapaian peringkat ketiga yang diraih pada tahun 2002 menambah harapan para penggemar akan kontribusinya yang maksimal.
Kelima pemain dari tim nasional tersebut diperkirakan akan memegang peran penting dalam menentukan jalannya persaingan di grup D.
Pengalaman, keterampilan individu, serta kemampuan kepemimpinan mereka menjadi elemen penting saat persaingan tiket menuju babak knockout mulai memasuki fase penting.