20 Mei 2026

Mbappe Tidak Lagi Menjadi Pemimpin Timnas Prancis

Diskusi mengenai peran Kylian Mbappe dalam tim nasional Prancis kembali munculMeskipun ia masih merupakan pencetak gol utama, keberadaannya sebagai pusat permainan mulai diragukan.

Pengamatan ini disampaikan oleh mantan pemain timnas Prancis, Jerome Rothen. Ia berpendapat bahwa sistem permainan Les Bleus perlu disesuaikan dengan kemajuan pemain lainnya.

Hal ini terjadi saat performa Michael Olise dan Ousmane Dembele meningkat. Keduanya dianggap memberikan dimensi teknis yang berbeda dalam taktik permainan Prancis.

Mbappe Dianggap Bukan Lagi Pemimpin Tim

Rothen berupaya menunjukkan bahwa Mbappe masih bisa diandalkan sebagai pencetak gol. Namunia meragukan kapasitasnya untuk menjadi jantung kreativitas tim tersebut.

Ia berpendapat bahwa tim seharusnya tidak terlalu mengandalkan Mbappe untuk peran teknis utama. Dia menyarankan agar fokus peran kapten dipusatkan pada kekuatannya yang sebenarnya.

“Ketika Anda mengamati pemain-pemain di sekitarnya saat ini, tidak adil jika mengharapkan Kylian Mbappe menjadi pemimpin teknis,” ungkap Rothen.

“Dia tidak seharusnya menjadi ujung tombak serangan. Kita harus memanfaatkan kekuatannya. Kita punya keuntungan dengan pemain yang sangat tajam dan banyak mencetak gol. Dia berada di posisi itu. Namun, diperlukan struktur yang mendukungnya. ”

Pernyataan itu menegaskan bahwa kontribusi Mbappe tetap krusial. Namunperannya perlu disesuaikan dengan susunan tim yang ada sekarang.

Olise dan Dembele Dinilai Lebih Kreatif

Rothen lalu menyoroti perbedaan dalam kualitas teknis di antara Mbappe dan dua pemain lainnya. Ia berpendapat bahwa Olise dan Dembele memberikan kreatifitas yang lebih menonjol.

Ia berpendapat bahwa kemampuan mengolah bola dan eksplorasi permainan keduanya berada di level yang berbeda. Ini membuat mereka lebih cocok untuk menjadi kreator dalam tim.

“Ketika Anda melihat Dembele dan Olise. . . saat mereka mengolah bola, itu sangat mengesankan! Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa apa yang dilakukan Olise dan Dembele, Mbappe tidak bisa melakukannya,” tambah Rothen.

Pandangan ini memunculkan diskusi mengenai keseimbangan peran dalam tim Prancis. Terutama dalam memaksimalkan potensi masing-masing pemain.

Ujian Menuju Piala Dunia 2026

Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin mendekat, keputusan penting ada di tangan Didier Deschamps. Ia harus memilih struktur yang terbaik untuk timnya.

Prancis tergabung dalam grup yang kompetitif dengan Senegal, Irak, dan Norwegia. Setiap pertandingan akan menjadi tantangan besar bagi keseimbangan tim.

Penampilan Mbappe sebagai kapten akan menjadi fokus utama. Sementara itu, integrasi Olise dan Dembele bisa menjadi faktor krusial dalam perjalanan Prancis di turnamen tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.