19 Juni 2026

Pratinjau Austria vs Yordania: pertemuan pertama dalam sejarah

Tim nasional Austria akan bertanding melawan tim nasional Yordania dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas, pada Rabu (17/6) pukul 11. 00 WIB.

Pertandingan ini menandai pertemuan pertama sepanjang sejarah antara Austria dan Yordania, baik dalam pertandingan resmi maupun laga persahabatan. Oleh karena itu, pertarungan di Grup J ini menghadirkan narasi menarik antara dua tim yang memiliki semangat tinggi.

Piala Dunia 2026 merupakan momen yang telah lama ditunggu-tunggu oleh kedua negara. Austria akhirnya kembali berpartisipasi di ajang sepak bola paling bergengsi setelah 28 tahun absen, sedangkan Yordania untuk pertama kalinya berhasil mencapai tahap akhir Piala Dunia.

Austria akhiri penantian selama 28 tahun

Austria memastikan diri untuk ikut serta di Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup H dalam Kualifikasi zona Eropa dengan mengumpulkan 19 poin dari delapan pertandingan yang dijalani.

Das Team berhasil mengungguli Bosnia-Herzegovina, Rumania, Siprus, dan San Marino, mengakhiri penantian lama sejak terakhir kali berkompetisi di Piala Dunia 1998 di Prancis.

Meskipun memiliki tradisi sepak bola yang kuat di Eropa, Austria belum pernah melampaui fase grup dalam lima partisipasi terakhir mereka di Piala Dunia, yakni pada tahun 1958, 1978, 1982, 1990, dan 1998.

Namun, sebelum periode tersebut, Austria memiliki prestasi yang membanggakan dengan mencapai peringkat keempat di Piala Dunia 1934 serta meraih posisi ketiga di edisi 1954.

Dengan demikian, Piala Dunia 2026 diharapkan bisa menjadi titik balik bagi Austria untuk kembali menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional.

Selain itu, Austria datang dengan semangat positif setelah berhasil mencapai babak 16 besar Euro 2024 sebelum dihadang oleh Turki.

Yordania raih Piala Dunia perdana

Timnas Yordania akan membuat penampilan perdana yang bersejarah di Piala Dunia. Keberhasilan mereka mencapai putaran final menjadi pencapaian tersbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Dalam putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Yordania keluar sebagai pemenang Grup G dengan mengumpulkan 13 poin dari enam laga. Mereka mengungguli Arab Saudi dengan selisih gol meskipun punya jumlah poin yang sama.

Momentum positif itu berlanjut pada putaran ketiga saat Yordania menempati posisi kedua di Grup B, hanya kalah dari Korea Selatan. Mereka berhasil mengalahkan Irak, Oman, Palestina, dan Kuwait untuk mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia.

Pencapaian ini semakin spesial karena Yordania mampu mengungguli sejumlah negara yang sebelumnya pernah tampil di putaran final Piala Dunia, seperti Irak dan Kuwait.

Selain itu, Yordania tiba di Amerika Serikat dengan rasa percaya diri yang tinggi setelah meraih posisi sebagai runner-up Piala Asia 2023. Dalam perjalanan menuju final, mereka berhasil menyingkirkan Irak dan Korea Selatan sebelum akhirnya kalah dari Qatar tuan rumah.

Kekuatan masing-masing tim

Austria yang dipimpin oleh Ralf Rangnick memiliki kombinasi menarik antara pengalaman dan semangat muda. Pemain senior seperti David Alaba, Marko Arnautovic, dan Marcel Sabitzer tetap menjadi andalan tim, sementara pemain muda seperti Paul Wanner dan Carney Chukwuemeka menambah kekuatan skuad.

Alaba masih menjadi sosok kunci di pertahanan sekaligus pemimpin tim. Pengalamannya bersama Real Madrid dan tim nasional Austria menjadikannya sosok yang berpengaruh.

Di lini tengah, Austria mengandalkan kreativitas yang dimiliki oleh Sabitzer dan intensitas permainan dari Konrad Laimer. Kedua pemain ini menjadi bagian penting dalam strategi pressing agresif yang menjadi ciri khas Rangnick.
Sementara itu, Arnautovic tetap menjadi pilihan utama di sektor penyerangan. Penyerang yang berusia 37 tahun ini adalah pemegang rekor jumlah penampilan dan juga pencetak gol terbanyak dalam sejarah tim nasional Austria.

Tim Yordania tampil di bawah kepemimpinan pelatih asal Maroko, Jamal Sellami. Sebagian besar pemain mereka bermain di liga Asia dan Timur Tengah, dengan Mousa Al-Tamari menjadi pemain kunci di tim.

Penyerang dari Stade Rennais ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama serangan serta pembeda di laga-laga sulit. Kecepatan dan keterampilan individu Al-Tamari menjadikannya sebagai ancaman terbesar bagi tim lawan.

Kapten Ehsan Haddad juga kembali memperkuat tim setelah pulih dari cedera yang telah lama dideritanya. Pengalaman yang dimilikinya diharapkan dapat memberikan kestabilan bagi pertahanan Yordania.

Namun, Yordania harus kehilangan dua pemain kunci. Penyerang Yazan Al-Naimat absen karena cedera, sedangkan bek Issam Smeeri juga tidak bisa bermain setelah mengalami cedera tendon Achilles menjelang turnamen.

Komentar dari masing-masing pelatih

Ralf Rangnick menegaskan bahwa Austria tidak boleh meremehkan Yordania. Ia mencatat bahwa banyak kejutan terjadi sepanjang Piala Dunia 2026 dan timnya harus tetap waspada.

“Pertandingan ini tidak akan mudah. Lawan akan memberikan perlawanan yang berat. Mereka akan berusaha untuk membuat kita terjebak, menahan tekanan, lalu memanfaatkan celah untuk melakukan serangan balik. Itulah yang kami antisipasi dari mereka besok,” kata Rangnick.

Di sisi lain, Jamal Sellami menekankan bahwa Yordania datang tanpa beban meskipun berstatus tim debutan.

Pelatih asal Maroko tersebut mengatakan bahwa tampil dalam Piala Dunia adalah sebuah kebanggaan besar bagi negaranya dan timnya tidak ingin hanya menjadi peserta tanpa peran.

“Kami berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam sejarah kami. Ini adalah suatu kebanggaan yang sangat besar untuk kami. Ini lebih kepada kehormatan daripada tekanan. Berada di sini adalah impian kami,” jelas Sellami.

Prediksi susunan pemain

Austria diperkirakan akan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Alexander Schlager sebagai penjaga gawang.

Di lini belakang, kemungkinan diisi oleh Konrad Laimer, David Alaba, Philipp Lienhart, dan Stefan Posch. Untuk lini tengah, Nicolas Seiwald diprediksi akan berpasangan dengan Xaver Schlager.

Marcel Sabitzer dan Romano Schmid diharapkan menempati posisi sayap, sementara Marko Arnautovic berperan sebagai ujung tombak yang didukung oleh Michael Gregoritsch.

Sementara itu, Yordania diperkirakan akan tampil dalam formasi 3-4-3. Yazid Abulaila diharapkan mengawal gawang, sedangkan tiga bek akan diisi oleh Husam Abu Dahab, Abdallah Nasib, dan Yazan Al-Arab.

Di lini tengah, kemungkinan diisi oleh Ehsan Haddad, Mohannad Abu Taha, Nizar Al-Rashdan, dan Noor Al-Rawabdeh.

Di lini depan, Mahmoud Al-Mardi dan Ali Olwan akan mendukung Mousa Al-Tamari sebagai penyerang utama.

Berikut adalah prediksi susunan pemain untuk Austria vs Yordania:

Austria (4-2-3-1): A. Schlager; Laimer, Alaba, Lienhart, Posch; Seiwald, X. Schlager; Sabitzer, Gregoritsch, Schmid; Arnautovic.

Pelatih: Ralf Rangnick (Jerman)

Yordania (4-4-2): Abulaila; Abu Dahab, Nasib, Al-Arab; Haddad, Abu Taha, Al-Rashdan, Al-Rawabdeh; Al-Mardi, Olwan; Al-Tamari.

Pelatih: Jamal Sellami (Maroko)

Wasit: Dahane Beida (Mauritania).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.